Kreatinin menjadi indikator baik tidaknya fungsi ginjal, karena organ inilah yang menjaga agar kreatinin tetap berada pada kadar normal. Peningkatan kadar kreatinin adalah salah satu penanda terganggunya fungsi ginjalatau terjadinya penyakit ginjal.

Semakin tinggi kadar kreatinin, maka semakin mengarah pada kemungkinan terjadinya gangguan pada ginjal. Pemeriksaan kreatinin juga penting dilakukan untuk menilai respon terapi pada penyakit ginjal.

Sebab Naik Turunnya Kreatinin

Kadar normal kreatinin untuk pria dewasa kira-kira adalah 0,6-1,2 miligram per deciliter (mg/dL) dan 0,5-1,1 mg/dL untuk wanita dewasa. Kelompok orang yang biasanya memiliki kadar kreatinin lebih tinggi namun masih dalam rentang normal adalah orang dewasa muda atau mereka yang memiliki tubuh berotot. Peningkatan kadar kreatinin dapat disebabkan oleh kondisi atau penyakit tertentu, seperti:

  • Diabetes.
  • Dehidrasi.
  • Hipertensi.
  • Gagal ginjal
  • Infeksi ginjal.
  • Rhabdomyolisis.
  • Olahraga berlebihan.
  • Konsumsi daging dalam jumlah banyak.
  • Sumbatan saluran kemih misalnya karena batu ginjal.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti cimetidine, trimethoprim, atau pun sulfamethoxazole.

Sebaliknya, kadar kreatinin mungkin lebih rendah dari umumnya pada orang yang mengalami malnutrisi, penyakit kronis, dan penurunan berat badan drastis, serta lansia.

Waspada kreatinin Abnormal dan Kerusakan ginjal

Kadar kreatinin yang tinggi dapat menjadi pertanda adanya kerusakan pada ginjal. Kondisi ini perlu diwaspadai terlebih jika terdapat gejala-gejala seperti:

  • Lemas.
  • Demam.
  • Sesak napas.
  • Sakit kepala.
  • Merasa cepat lelah.
  • Nyeri punggung atau pinggang.
  • Penurunan kesadaran atau pingsan.
  • Jarang berkemih atau jumlah urine berkurang.
  • Kencing darah, atau urine berwarna gelap seperti teh.
  • Pembengkakan di bagian tubuh tertentu seperti kaki, lengan, wajah, perut, dan mata.

Ada beberapa cara untuk menurunkan kadar kreatinin dalam darah, tergantung penyebab yang melatarbelakanginya, seperti menghindari olahraga secara berlebihan, membatasi konsumsi protein, konsumsi cukup serat, cukup minum air putih, dan hindari konsumsi suplemen yang mengandung kreatin.

Umumnya, kadar keratinin yang tinggi dapat ditangani dengan dialisis (cuci darah).

Adakah cara yang lebih alami untuk membantu mengatasi kreatinin tinggi?

Walatra Brain Nutririon solusinya